seorang peneliti pertanian di Sumbar, Mesra menciptakan formula cairan
dari bahan alami (tumbuhan dan buah) yang disebutkan bisa
membebaskan bahan makanan seperti daging sapi, hati sapi dan daging
ayam dari kandungan lemak jenuh yang menjadi penyebab penyakit
kolesterol pada manusia.
Lukisan Paul Gauguin yang bertajuk "Te Poipoi" atau "The
Morning", salah satu lukisan eksotis tentang Tahiti
pasca-impresionis Perancis, terjual dalam lelang di balai lelang
Sotheby`s di New York, Rabu larut malam, dengan harga 39,2 juta
dolar atau sekitar Rp365 miliar.
Terumbu
karang di Teluk Lampung dan sekitarnya dalam kondisi memprihatinkan
karena hampir 18 persen karang di kawasan itu mati.
Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan, industri perlu
mengekonomiskan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) agar angka
inflasi dari barang-barang sektor industri dapat ditekan.
Melakukan latihan yoga selama delapan pekan terbukti memberikan manfaat
bagi pasien pengidap penyakit jantung yang pernah terkena serangan
jantung dan mengurangi tanda-tanda resiko terjadi inflamasi yang
seringkali dikaitkan dengan kematian
Rabu 25 Juni 2008 PERESMIAN
MASJID BAITUL GAFUR DI UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL
Jakarta
(Global News)
Dalam
dunia pendidikan dimanapun pendalaman agama selalu di berikan oleh
pendidik maupun pengajara, begitu juga dengan diadakannya tempat
beribadan guna membangun keimanan dan kewajiban dalam menjalankan
doa maupun sembayang ditiap agama masing masing selalu di nomersatukan .
Bertempat di lingkungan pendidikan sekolah tinggiUniversitas INDONUSA Esa Unggul kini telah memiliki sebuah
masjid yang mungil dan indah di tengah-tengah kampus yang terletak
di bilangan Kebon Jeruk Jakarta bernama Masjid Baitul Gafur.
Pasalnya pada jumat (20/6) minggu lalu masjid Baitul Gafur itu
diresmikan oleh Ketua Yayasan Kemala Mencerdaskan Bangsa Dr Abdul
Gafur. Pada peresmian masjid itu dihadiri oleh Rektor Universitas
INDONUSA Esa Unggul Prof Dr Kemala Motik Gafur, Perwakilan Duta
Besar Negara-negara sahabat, Majlis Ta’lim Sakinah pimpinan Ibu Hj
AM Fatwa, serta tokoh-tokoh masyarakat sekitar kampus.
Dalam sambutannya, Abdul Gafur mengatakan bangunan masjid ini memang
mungil dan antik, namun diharapkan menjadi masjid yang terindah di
kawasan Jakarta Barat. Ia juga mengungkapkan masjid ini dibangun
mirip seperti Taj Mahal di India. Gafur juga menceritakan bahwa Taj
Mahal dibangun atas dasar cinta dan rasa kasih sayang yang luar
biasa, ”Masjid ini saya bangun mirip Taj Mahal karena diawali oleh
rasa cinta dan kasih sayang saya yang luar biasa kepada istri
tercinta (Kemala Motik) dan Allah SWT,” ujar Abdul Gafur.
Selain itu dinamakan Baitul Gafur, Baitul berarti rumah sedangkan Gafur
berarti pemaaf sehingga diharapkan dapat menjadi tempat untuk saling
memaafkan. Tak lupa Gafur menyampaikan terima kasihnya kepada semua
pihak yang telah membantu sampai selesainya pembangunan masjid ini
baik moril maupun materiil, tak lupa pula secara khusus Gafur
menyampaikan terima kasih kepada Dr Arief Kusuma sebagai salah satu
Purek yang telah mengkoordinir selama pembangunan.
Sementara itu Rektor Universitas INDONUSA Esa Unggul Prof Dr Kemala Motik
Gafur mengharapkan dengan dibangunnya masjid di dalam kampus ini
akan menambah suasana religius di dalam kampus dan menambah
kesejukan. ”Saya melihat dengan adanya masjid di dalam kampus ini
akan menambah kedamaian kampus, tidak akan terjadi tawuran antar
mahasiswa, baik mahasiswanya maupun civitas akademikanya lebih
sakinah,” harap Kemala Motik.
Kegiatan keagamaan di kampus Universitas INDONUSA Esa Unggul selama ini
sudah ada dan sudah berjalan bagus, tetapi kegiatan tersebut belum
diformalkan karena belum adanya sarana berupa masjid. Dengan
diresmikannya masjid Baitul Gafur ini maka akan lebih menyemarakkan
syiar Islam di kampus Universitas INDONUSA Esa Unggul.
Ibu Hj AM Fatwa selaku pimpinan majlis ta’lim Sakinah Denpasar Kuningan
Jakarta secara khusus menyampaikan ucapan selamat dari Ibu Wakil
Presiden Hj Mufidah Jusuf Kalla dan Ibu Moeryati Sudibyo atas
peresmian masjid ini karena beliau berdua tidak bisa hadir.
Ia berharap dibangunnya masjid ini tak hanya sebagai sarana ibadah,
tetapi juga akan menjadikan dinamisasi dan pembinaan umat Islam.
”Kami dari Majlis Ta’lim akan mengadakan pengajian rutin bulanan
di masjid ini,” kata Ibu Hj AM Fatwa dalam sambutannya. Ia juga
berharap masjid ini akan menjadi sentral pendidikan umat.
Di sisi lain, peresmian masjid ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juni,
karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun
Abdul Gafur yang ke-69. Dimana madjid ini dibangun memang atas
prakarsa Abdul Gafur dan istrinya yang juga menjadi rektor
Universitas INDONUSA Esa Unggul, Prof Dr Kemala Motik Gafur.
Pembangunan masjid ini menghabiskan dana sekitar Rp 3,25 miliar, dana itu
diperoleh dari bantuan gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Walikota
Jakarta Barat, Dirjen Dikti Depdiknas, Bakrie Brothers, para
karyawan Universitas INDONUSA Esa Unggul yang gajinya setiap bulan
rela dipotong untuk menyumbang, serta bantuan dari masyarakat
sekitar yang tak dapat disebutkan satu per satu dan tak ketinggalan
sohibul bait yaitu Abdul Gafur dan Kemala Motik Gafur. (danny/globalnews.com)
Lebih lanjut Arie mengatakan bahwa selama ini dana untuk promosi hanya Rp
20 miliar. "Kalau yang sekarang tidak lebih dari 10%",
akunya.
Arie sangat yakin dana untuk berpromosi akan berimplikasi bagi
peningkatan jumlah kunjungan ke Jakarta. Dengan demikian, anggaran
yang dialokasikan untuk promosi dipastikan akan kembali.
"Jangan ada pikiran menghambur-hamburkan uang, tetapi itu adalah
investasi yang pasti akan kembali, bahkan lebih besar",
tambahnya. Arie berharap semua pihak ikut mempromosikan sektor
pariwisata, sehingga wisata Ibu Kota diminati wisatawan. (danny/globalnews.multiservers.com)
Untuk informasi dunia silahkan klik gambar di bawah
ini.