NEWS SITES

E-mail: redglobalcybermedia@yahoo.com

   Redaksi  Globalnews  |  Hotline: (022) 7104720  - 0815 7272 6820  

Galeri  |  Profil  |  Konsultasi   |  Sulap  |  Humor  |  Astrologi  |  Teknologi  Selebriti  Koleksi Dongeng  

Rabu 25 Juni 2008
PERESMIAN MASJID BAITUL GAFUR DI UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL

Jakarta (Global News)

Dalam dunia pendidikan dimanapun pendalaman agama selalu di berikan oleh pendidik maupun pengajara, begitu juga dengan diadakannya tempat beribadan guna membangun keimanan dan kewajiban dalam menjalankan doa maupun sembayang ditiap agama masing masing selalu di nomer  satukan .

Bertempat di lingkungan pendidikan sekolah tinggi  Universitas INDONUSA Esa Unggul kini telah memiliki sebuah masjid yang mungil dan indah di tengah-tengah kampus yang terletak di bilangan Kebon Jeruk Jakarta bernama Masjid Baitul Gafur. Pasalnya pada jumat (20/6) minggu lalu masjid Baitul Gafur itu diresmikan oleh Ketua Yayasan Kemala Mencerdaskan Bangsa Dr Abdul Gafur. Pada peresmian masjid itu dihadiri oleh Rektor Universitas INDONUSA Esa Unggul Prof Dr Kemala Motik Gafur, Perwakilan Duta Besar Negara-negara sahabat, Majlis Ta’lim Sakinah pimpinan Ibu Hj AM Fatwa, serta tokoh-tokoh masyarakat sekitar kampus.

Dalam sambutannya, Abdul Gafur mengatakan bangunan masjid ini memang mungil dan antik, namun diharapkan menjadi masjid yang terindah di kawasan Jakarta Barat. Ia juga mengungkapkan masjid ini dibangun mirip seperti Taj Mahal di India. Gafur juga menceritakan bahwa Taj Mahal dibangun atas dasar cinta dan rasa kasih sayang yang luar biasa, ”Masjid ini saya bangun mirip Taj Mahal karena diawali oleh rasa cinta dan kasih sayang saya yang luar biasa kepada istri tercinta (Kemala Motik) dan Allah SWT,” ujar Abdul Gafur.

Selain itu dinamakan Baitul Gafur, Baitul berarti rumah sedangkan Gafur berarti pemaaf sehingga diharapkan dapat menjadi tempat untuk saling memaafkan. Tak lupa Gafur menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu sampai selesainya pembangunan masjid ini baik moril maupun materiil, tak lupa pula secara khusus Gafur menyampaikan terima kasih kepada Dr Arief Kusuma sebagai salah satu Purek yang telah mengkoordinir selama pembangunan.

Sementara itu Rektor Universitas INDONUSA Esa Unggul Prof Dr Kemala Motik Gafur mengharapkan dengan dibangunnya masjid di dalam kampus ini akan menambah suasana religius di dalam kampus dan menambah kesejukan. ”Saya melihat dengan adanya masjid di dalam kampus ini akan menambah kedamaian kampus, tidak akan terjadi tawuran antar mahasiswa, baik mahasiswanya maupun civitas akademikanya lebih sakinah,” harap Kemala Motik.

Kegiatan keagamaan di kampus Universitas INDONUSA Esa Unggul selama ini sudah ada dan sudah berjalan bagus, tetapi kegiatan tersebut belum diformalkan karena belum adanya sarana berupa masjid. Dengan diresmikannya masjid Baitul Gafur ini maka akan lebih menyemarakkan syiar Islam di kampus Universitas INDONUSA Esa Unggul.

Ibu Hj AM Fatwa selaku pimpinan majlis ta’lim Sakinah Denpasar Kuningan Jakarta secara khusus menyampaikan ucapan selamat dari Ibu Wakil Presiden Hj Mufidah Jusuf Kalla dan Ibu Moeryati Sudibyo atas peresmian masjid ini karena beliau berdua tidak bisa hadir.

Ia berharap dibangunnya masjid ini tak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga akan menjadikan dinamisasi dan pembinaan umat Islam. ”Kami dari Majlis Ta’lim akan mengadakan pengajian rutin bulanan di masjid ini,” kata Ibu Hj AM Fatwa dalam sambutannya. Ia juga berharap masjid ini akan menjadi sentral pendidikan umat.

Di sisi lain, peresmian masjid ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juni, karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Abdul Gafur yang ke-69. Dimana madjid ini dibangun memang atas prakarsa Abdul Gafur dan istrinya yang juga menjadi rektor Universitas INDONUSA Esa Unggul, Prof Dr Kemala Motik Gafur.

Pembangunan masjid ini menghabiskan dana sekitar Rp 3,25 miliar, dana itu diperoleh dari bantuan gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Walikota Jakarta Barat, Dirjen Dikti Depdiknas, Bakrie Brothers, para karyawan Universitas INDONUSA Esa Unggul yang gajinya setiap bulan rela dipotong untuk menyumbang, serta bantuan dari masyarakat sekitar yang tak dapat disebutkan satu per satu dan tak ketinggalan sohibul bait yaitu Abdul Gafur dan Kemala Motik Gafur. (danny/globalnews.com)

Lebih lanjut Arie mengatakan bahwa selama ini dana untuk promosi hanya Rp 20 miliar. "Kalau yang sekarang tidak lebih dari 10%", akunya.

Arie sangat yakin dana untuk berpromosi akan berimplikasi bagi peningkatan jumlah kunjungan ke Jakarta. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan untuk promosi dipastikan akan kembali.

"Jangan ada pikiran menghambur-hamburkan uang, tetapi itu adalah investasi yang pasti akan kembali, bahkan lebih besar", tambahnya. Arie berharap semua pihak ikut mempromosikan sektor pariwisata, sehingga wisata Ibu Kota diminati wisatawan. (danny/globalnews.multiservers.com)