NEWS SITES

E-mail: redglobalcybermedia@yahoo.com

   Redaksi  Globalnews  |  Hotline: (022) 7104720  - 0815 7272 6820  

Galeri  |  Profil  |  Konsultasi   |  Sulap  |  Humor  |  Astrologi  |  Teknologi  Selebriti  Koleksi Dongeng  

Selasa 03 Juni 2008
NAIKNYA HARGA BAHAN BAKAR MINYAK BTN KHAWATIR NASABAHNYA KENA PHK

Jakarta (Global News)

Terkait dengan naiknya bahan bakar minyak yang akhir bulan Mai 2008 baru saja diumumkan kenaikannya oleh Presiden Sby-Jk, Bank Tabungan Negara juga kena dampaknya dari permasalahan ini, salah satunya BTN khawatir akan adanya kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja yang menimpa nasabahnya yang bekerja di perusahaan swasta ketimbang kemungkinan naiknya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

   Hal itu dijelaskan Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Minggu (25/5). Berdasarkan pengalaman 2005, kata Beliau, pasca kenaikan harga BBM waktu itu terjadi PHK yang dialami pekerja di Tangerang.

   "Sebagian dari pekerja itu adalah nasabah BTN yang mengambil rumah sederhana sehat (RSH) sehingga mereka tidak bisa melanjutkan angsuran KPR-nya ke BTN," kata Iqbal.

   Dampak kenaikan harga BBM, kata Iqbal, biasanya baru bisa dirasakan lima bulan kemudian. Oleh karena itu, BTN belum bisa memastikan apakah suku bunga KPR akan naik atau tidak.

    Soal KPR untuk apartemen bersubsidi, Iqbal meyakinkan tidak akan ada yang salah sasaran karena setiap nasabah yang akan mengambil apartemen bersubsidi akan diseleksi dengan ketat.

   Yang jelas , untuk KPR bersubsidi telah diputuskan bahwa jumlah angsurannya tetap meski harga jual RHS sudah naik dari Rp 49 juta menjadi maksimal Rp 55 juta per unit" ujar Iqbal, pengamat properti, panangian Simangnungkalit, menambahkan, walau pun inflasi tahun ini  akan tembus 11% , tahun depan dipastikan akan turun kembali ke single digit.oleh karena itu dia optimis perbankan tidak akan menaikkan suku bunga KPR , dampak kenaikkan BBM hanya sebentar saja, setelah itu akan normal kembali , kata Panangian Simanungkalit.( danny/globalnews.com)