NEWS SITES

E-mail: redglobalcybermedia@yahoo.com

   Redaksi  Globalnews  |  Hotline: (022) 7104720  - 0815 7272 6820  

Galeri  |  Profil  |  Konsultasi   |  Sulap  |  Humor  |  Astrologi  |  Teknologi  Selebriti  Koleksi Dongeng  

Jum'at 07 Juni 2008
PT JAMSOSTEK MENJALIN KERJA SAMA PENYALURAN PUMP DENGAN BANK BTN

Jakarta (Global News)

Akses pinjaman uang muka perumahan (PUMP) atau bagi pekerja Jamsostek terus diperluas , setelah menggandeng Bank Syariah Mandiri(BSM) , PT Jamsostek ( Persero) kembali menjalin kerja sama penyaluran PUMP ke perbankan lainnya, Bank BTN.

PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) meningkatkan program pinjaman uang muka perumahan (PUMK) pada tahun ini dari Rp90 miliar menjadi Rp300 miliar. Untuk kepentingan tersebut, menjalin kerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga dengan Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah dan dihadiri oleh Menteri Perumahan Yusuf As'yari, di Jakarta, Rabu (4/6).

"Pada tahun lalu penyerapan PUMP hanya 50 persen dari alokasi sebesar Rp50 miliar. Mulai tahun ini ditingkatkan menjadi Rp90 miliar dengan daya serap 100 persen," kata Hotbonar Sinaga saat penandatanganan kerja sama.

Hotbonar mengakui, terdapat kendala sehingga penyerapan PUMP masih rendah. Kendalanya adalah program tersebut belum mendapat dukungan dari perbankan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih minim.

Saat ini hanya Bank Syariah Mandiri dan BTN menjadi mitra penyalurannya. Namun, pihaknya optimistis dapat mengatasi kendala tersebut sehingga target penyaluran bisa tercapai.

"Jamsostek berusaha mengatasi permasalahan tersebut dan mampu menyalurkan PUMP sesuai target," katanya.

Menurut Hotbonar, melalui kerja sama ini menjadi momen terbaik di tengah banyaknya kebutuhan tempat tinggal yang layak dan sehat.

Sedangkan para pekerja menjadi aset tidak ternilai dan perlu mendapat perhatian dari perusahaan berupa fasilitas rumah tersebut. Atas dasar itu, Jamsostek menjembatani masalah tersebut melalui PUMP bagi para pekerja yang sudah menjadi anggota.

Dana PUMP sebesar Rp300 miliar yang dialokasikan tahun ini, lanjut Hotbonar, dapat dimanfaatkan oleh 20 ribu pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta Jamsostek dan untuk mendapatkan fasilitas ini, para pekerja harus mengajukan surat permohonan kepada PT Jamsostek cabang dimana anggota tersebut terdaftar sebagai anggota.

"Atas rekomendasi dari Jamsostek, selanjutnya mengajukan ke BTN bersama dengan pengajuan KPR-nya. Namun ada syarat lain yang harus dipenuhi," urainya.

Horbonar menambahkan syarat tersebut adalah telah menjadi peserta Jamsostek minimal satu tahun, belum pernah memanfaatkan PUMP dan belum memiliki rumah. Selain itu, penghasilan pekerja maksimum Rp4,5 juta dan besarnya PUMP maksimum Rp20 juta dengan buka 6 persen serta jangka waktu maksimum 10 tahun.(DANNY/globalnews.com)