NEWS SITES

E-mail: redglobalcybermedia@yahoo.com

   Redaksi  Globalnews  |  Hotline: (022) 7104720  - 0815 7272 6820  

Galeri  |  Profil  |  Konsultasi   |  Sulap  |  Humor  |  Astrologi  |  Teknologi  Selebriti  Koleksi Dongeng  

Minggu 08 Juni 2008
BANK BTN BEKERJASAMA DENGAN SMF REFINANCING KPR RP 500 MILYAR

Jakarta (Global News)

PT Sarana Multigriya Financial (SMF) membuktikan komitmennya untuk ikut membantu program rumah rakyat. Meski belum bisa melalaikan sekuritisasi aset, SMF melakukan terobosan dengan program refinancing KPR kepada perbankan.

Sebagai pilot project, SMF memilih PT Bank Tabungan Negara (BTN) untuk mengimplementasikan rencana tersebut. BTN mendapatkan refinancing KPR sebesar Rp 500 miliar.

"Kerjasama dengan SMF ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu banyak pihak pada saat ini. berkaitan dengan pembiayaan perumahan di Indonesia ," kata Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah saat meneken naskah perjanjian kerjasama dengan Direktur Utama SMF Erica Soeroto.

Menurut Evi, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program pinjaman kepada Bank BTN yang telah berjalan sejak tahun 2006. Dimulai dengan pinjaman pertama sebesar Rp 100 miliar pada Desember 2006, Rp 200 milyar pada Mei 2007 dan pada Desember 2007 sebesar Rp 100 miliar.

Dalam kerjasama ini SMF telah menyiapkan dana refinancing KPR sebesar Rp 500 miliar. Adapun portofolio Bank BTN yang di refinance adalah KPR Bank BTN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan komposisi 75 persen KPR Bersubsidi dan 25 persen KPR non subsidi.

Disamping program pinjaman, kerjasama antara Bank BTN dengan SMF juga terjalin dalam transaksi sekuritisasi KPR Bank BTN sebesar Rp 500 miliar. Dalam transaksi ini, SMF berperan sebagai global coordinator, sedangkan Bank BTN sebagai originator dan servicer. "Transaksi sekuritisasi ini direncanakan menggunakan struktur KIK-EBA dan dijadwalkan selesai pada semester II tahun 2008," jelas Evi.

Sementara, Erica sendiri enggan menyebut berapa bunga yang diberikan atas refinancing itu. "Bunga lebih kecil dari bunga KPR. Tapi yang penting kita mendorong bank tetap menyalurkan KPR bersubsidi," ucapnya.

Kehadiran SMF yang secara formal telah mendapatkan izin dari pemerintah untuk beroperasi di Indonesia tentu saja menjadi angin segar bagi bisnis properti, khususnya pembiayaan perumahan nasional yang menjadi program pemerintah.

Dengan pola refinancing KPR ini maka perbankan akan mendapatkan kesempatan untuk memutar kembali dana yang sudah dialokasikan untuk dimanfaatkan dalam pembiayaan KPR bagi debitor yang lain.

Dengan pola ini perbankan akan menyambut positif. Artinya ini merupakan langkah baru yang dilakukan SMF yang pada akhirnya akan dapat pula dimanfaatkan oleh perbankan yang lain.

Evi berharap dengan kerjasama ini akan memberikan peluang yang cukup besar bagi Bank BTN dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah, sekaligus dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR) yang menjadi program pemerintah saat ini.(danny/globalnews.com)