seorang peneliti pertanian di Sumbar, Mesra menciptakan formula cairan
dari bahan alami (tumbuhan dan buah) yang disebutkan bisa
membebaskan bahan makanan seperti daging sapi, hati sapi dan daging
ayam dari kandungan lemak jenuh yang menjadi penyebab penyakit
kolesterol pada manusia.
Lukisan Paul Gauguin yang bertajuk "Te Poipoi" atau "The
Morning", salah satu lukisan eksotis tentang Tahiti
pasca-impresionis Perancis, terjual dalam lelang di balai lelang
Sotheby`s di New York, Rabu larut malam, dengan harga 39,2 juta
dolar atau sekitar Rp365 miliar.
Terumbu
karang di Teluk Lampung dan sekitarnya dalam kondisi memprihatinkan
karena hampir 18 persen karang di kawasan itu mati.
Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan, industri perlu
mengekonomiskan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) agar angka
inflasi dari barang-barang sektor industri dapat ditekan.
Melakukan latihan yoga selama delapan pekan terbukti memberikan manfaat
bagi pasien pengidap penyakit jantung yang pernah terkena serangan
jantung dan mengurangi tanda-tanda resiko terjadi inflamasi yang
seringkali dikaitkan dengan kematian
Jum'at 23 mei 2008 BANK JABAR
BANTEN MELAKSANAKAN IPO DI TAHUN 2008 SEMESTER KEDUA
Bandung (Global News)
Rencana
Bank Jabar Banten untuk melakukan initialing public offering (IPO)
kembali tertunda karena sejumlah persiapan belum selesai.
Menurut Direktur Utama Bank Jabar Banten Agus Ruswendi mengatakan,
baru akan melaksanakannya pada Tahun 2008 di semester kedua.”Kami
masih harus mempersiapkan beberapa hal yang masih belum selesai,”
katanya saat Membuka Acara Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana
Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung dan Diskusi Panel Reposisi
Perekonomian Jawa Barat Berbasis Potensi Lokal di Menara Bank Jabar
Jalan Naripan,Kota Bandung, (19/05) kemarin.
Agus
memastikan kondisi internal Bank Jabar terus menunjukkan perbaikan.
Aset Bank Jabar meningkat dari Rp23,12 triliun pada akhir 2007
menjadi Rp23,91 triliun pada April 2008. Jumlah kredit yang telah
tersalurkan di sepanjang kuartal pertama 2008 mencapai Rp13,54
triliun.Sekitar 90% penerima kredit merupakan pegawai negeri sipil (PNS).
Dari
jumlah kredit yang ada, dijelaskan Agus, sekitar 17,77% merupakan
kredit sektor produktif dan sisanya digunakan untuk sektor konsumtif.
”Angka
ini masih tergolong baik karena rata-rata penyaluran kredit ke
sektor produktif berkisar 10% saja. Perlahan-lahan kami mencoba
menurunkan kredit konsumtif. Kami menargetkan dapat meningkatkan
kredit produktif hingga 45% pada 2012,”ujar Agus. Dalam kurun
waktu yang sama, lanjut Agus, dana pihak ketiga (DPK) mengalami
peningkatan dari Rp16,48 triliun menjadi Rp19,12 triliun.
Rasio
kecukupan modal (car adequacy ratio/CAR) pada kuartal pertama 2008
tumbuh 16,42%, jumlah simpanan masyarakat (loan to deposit ratio/LDR)
tumbuh 70,72%. ”NPL (non performing loan/ kredit macet) kami juga
masih di bawah 1%. Kecilnya kredit ini terjadi karena hampir 70%
lebih merupakan kredit konsumsi dan 10% kredit pemerintah. Karena
itu tidak terlalu sulit menagihnya,” jelasnya.
Pemerintahan
daerah memang masih mendominasi kepemilikan modal Bank Jabar Banten.
Sampai dengan Desember 2007, komposisinya terdiri dari Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Jabar sebesar 48,04%, Pemerintah Kota/Kab se-Jawa
Barat 33,47%, Pemrov Banten 7,97%,dan Pemerintah Kota/ Kab se-Banten
10,52%.
Agus mengaku kedepannya terus berupaya mendorong laju perekonomian
daerah. Antara lain dengan melaksanakan linkage program bersama Bank
Perkreditan Rakyat (BPR), meluncurkan produk kredit mikro utama, dan
pemberian kredit kepada koperasi. (@dam/Sep)
Untuk informasi dunia silahkan klik gambar di bawah
ini.