NEWS SITES

E-mail: redglobalcybermedia@yahoo.com

   Redaksi  Globalnews  |  Hotline: (022) 7104720  - 0815 7272 6820  

Galeri  |  Profil  |  Konsultasi   |  Sulap  |  Humor  |  Astrologi  |  Teknologi  Selebriti  Koleksi Dongeng  

Jum'at 23 mei 2008
BANK JABAR BANTEN MELAKSANAKAN IPO DI TAHUN 2008 SEMESTER KEDUA 

Bandung (Global News)

Rencana Bank Jabar Banten untuk melakukan initialing public offering (IPO) kembali tertunda karena sejumlah persiapan belum selesai.


Menurut Direktur Utama Bank Jabar Banten Agus Ruswendi mengatakan, baru akan melaksanakannya pada Tahun 2008 di semester kedua.”Kami masih harus mempersiapkan beberapa hal yang masih belum selesai,” katanya saat Membuka Acara Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung dan Diskusi Panel Reposisi Perekonomian Jawa Barat Berbasis Potensi Lokal di Menara Bank Jabar Jalan Naripan,Kota Bandung, (19/05) kemarin.

Agus memastikan kondisi internal Bank Jabar terus menunjukkan perbaikan. Aset Bank Jabar meningkat dari Rp23,12 triliun pada akhir 2007 menjadi Rp23,91 triliun pada April 2008. Jumlah kredit yang telah tersalurkan di sepanjang kuartal pertama 2008 mencapai Rp13,54 triliun.Sekitar 90% penerima kredit merupakan pegawai negeri sipil (PNS).

Dari jumlah kredit yang ada, dijelaskan Agus, sekitar 17,77% merupakan kredit sektor produktif dan sisanya digunakan untuk sektor konsumtif.

”Angka ini masih tergolong baik karena rata-rata penyaluran kredit ke sektor produktif berkisar 10% saja. Perlahan-lahan kami mencoba menurunkan kredit konsumtif. Kami menargetkan dapat meningkatkan kredit produktif hingga 45% pada 2012,”ujar Agus. Dalam kurun waktu yang sama, lanjut Agus, dana pihak ketiga (DPK) mengalami peningkatan dari Rp16,48 triliun menjadi Rp19,12 triliun.

 

Rasio kecukupan modal (car adequacy ratio/CAR) pada kuartal pertama 2008 tumbuh 16,42%, jumlah simpanan masyarakat (loan to deposit ratio/LDR) tumbuh 70,72%. ”NPL (non performing loan/ kredit macet) kami juga masih di bawah 1%. Kecilnya kredit ini terjadi karena hampir 70% lebih merupakan kredit konsumsi dan 10% kredit pemerintah. Karena itu tidak terlalu sulit menagihnya,” jelasnya.

 

Pemerintahan daerah memang masih mendominasi kepemilikan modal Bank Jabar Banten. Sampai dengan Desember 2007, komposisinya terdiri dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sebesar 48,04%, Pemerintah Kota/Kab se-Jawa Barat 33,47%, Pemrov Banten 7,97%,dan Pemerintah Kota/ Kab se-Banten 10,52%.
Agus mengaku kedepannya terus berupaya mendorong laju perekonomian daerah. Antara lain dengan melaksanakan linkage program bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR), meluncurkan produk kredit mikro utama, dan pemberian kredit kepada koperasi. (@dam/Sep)