seorang peneliti pertanian di Sumbar, Mesra menciptakan formula cairan
dari bahan alami (tumbuhan dan buah) yang disebutkan bisa
membebaskan bahan makanan seperti daging sapi, hati sapi dan daging
ayam dari kandungan lemak jenuh yang menjadi penyebab penyakit
kolesterol pada manusia.
Lukisan Paul Gauguin yang bertajuk "Te Poipoi" atau "The
Morning", salah satu lukisan eksotis tentang Tahiti
pasca-impresionis Perancis, terjual dalam lelang di balai lelang
Sotheby`s di New York, Rabu larut malam, dengan harga 39,2 juta
dolar atau sekitar Rp365 miliar.
Terumbu
karang di Teluk Lampung dan sekitarnya dalam kondisi memprihatinkan
karena hampir 18 persen karang di kawasan itu mati.
Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan, industri perlu
mengekonomiskan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) agar angka
inflasi dari barang-barang sektor industri dapat ditekan.
Melakukan latihan yoga selama delapan pekan terbukti memberikan manfaat
bagi pasien pengidap penyakit jantung yang pernah terkena serangan
jantung dan mengurangi tanda-tanda resiko terjadi inflamasi yang
seringkali dikaitkan dengan kematian
Selasa 02 Juli 2008 POLISI SUDAH MEMILIKI PROTAP DALAM SETIAP
TINDAKAN, SAMPAI KAPAN TINDAKAN-TINDAKAN REPRESIF DILAKUKAN
Jakarta
(Global News)
Demo mahasiswa yang terjadi beberapa hari yang lalu yg digelar oleh salah
satu perguruan tinggi Universitas Nasional di Jakarta Selatanyang menelan salah satu korban meninggalnya salah satu
mahasiswan kampus Unas tesebut sampai sekarang permasalahannya terus
berlanjut dan berkepanjangan tidak berhenti, karna mahasiswa dari
berbagai PerguruanTinggi
tidak hanya di Jakarta, akan tetapi di seluruh Indonesia tidak akan
menerima adanya korban yang meninggal demidemo untuk menurunkan harga BBM untuk kepentingan masyarakat
di Indonesia ini.
Merekaterus berdemo dan
menuntut kepada pihak jajaranPolri
supaya permasalahan ini harus diselesaikan secepatnya, menanggapi
permasalahan ini, globalnewsonline beberapa hary yg lalu menanyakan
kepada salah satu Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol(Pur) Nugroho
Djajoesman akan kejadian ini, tanggapanya mengatakan bahwa,
Polisi dalam melakukan dan menjalankan tugas serta tindakan-tindakannya
kepolisian RI (Polri) sudah mempunyai prosedur tetap (protap), serta
dengan pertimbangan yang matang. Ini terkait dengan cara-cara
penanganan yang dilakukan oleh Polri dalam berbagai peristiwa
seperti di Universitas Nasional, penanganan berbagai demonstrasi
yang terkadang menimbulkan korban jiwa baik yang menimpa mahasiswa
atau demonstran ataupun bahkan polisinya sendiri.
”Dengan segala pertimbangannya, polisi terpaksa harus melakukan sesuatu,
jadi polisi tak mungkin melakukannya tanpa prosedur dan pertimbangan,”
ujar mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Pur) Nugroho Djajoesman
kepada wartawan rabu (25/6), dalam perbincangan seputar
tindakan-tindakan kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini, serta
penangan yang dilakukan oleh Polri.
Pada saat mahasiswa Universitas Nasional berunjuk rasa menolak kebijakan
pemerintah menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu, polisi bahkan
masuk kampus dan salah seorang mahasiswa Unas Maftuf Fauzi meninggal
dunia.
Menanggapi hal ini Nugroho Djajoesman mengatakan, yang jelas polisi sudah
mempergunakan pertimbangan yang matang dalam setiap langkah dan
tindakannya. ”Soal dia masuk ke kampus mungkin sudah dengan
pertimbangan-pertimbangan yang matang, apakah dipersalahkan itu soal
nanti,” jelasnya.
Nugroho juga menjelaskan, dalam masalah unjuk rasa kemudian menimbulkan
tindakan kekerasan, bukan merupakan masalah mahasiswa saja, karena
dalam berbagai pemilihan kepala daerah (pilkada) tak jarang yang
berujung pada tindak kekerasan seperti pada pilkada Maluku Utara,
dan di daerah yang lain juga banyak terjadi.
Dalam hal ini menurutnya, Polisi sudah memiliki protap dalam setiap
tindakan, sampai kapan tindakan-tindakan represif itu dilakukan.
”Semua tindakan kekerasan-kekerasan ini saya melihat sebagai bentuk
penolakan dari suatu kondisi dimana tidak adanya kepastian,
akibatnya menimbulkan perbedaan. Ataupun kepastian yang tidak
memihak kepada kepentingan rakyat, karena kondisi ini tidak lepas
dari permasalahan perekonomian yang boleh dikatakan agak jeblok yang
dimulai 1997 lalu, kemudian rakyat secara terus menerus
tertimpa-tertimpa masalah, seperti krismon, kenaikan harga, kenaikan
harga BBM dan lain sebagainya, itu semua rakyat yang merasakan,”
paparnya.
Dari gambaran kehidupan masyarakat tadi akhirnya mempengaruhi perilaku
masyarakat dari tadinya apatis, berubah menjadi sensitif, cepat
tersinggung dan cepat marah. Ini yang menurutnya harus diwaspadai
oleh aparat penegak hukum dan pemerintah. Demikian juga pada
kalangan bawah, kondisi eksternal ekonomi, juga mempengaruhi
kehidupannya, karena gaji yang diterimanya tidak cukup untuk
mencukupi kebutuhan, sehingga sensitifitasnya cukup tinggi. Kondisi
ini merupakan kondisi yang terjelek.
Ia juga menyesalkan sikap para anggota DPR yang ribut masalah hak
interpelasi dan hak angket dalam menyikapi kebijakan pemerintah
menaikkan harga BBM, iapun mempertanyakan apa iya “parlemen
jalanan” yang mempengaruhi keputusan para anggota DPR yang ada di
dalam gedung. Itu terkadang tidak masuk akal, bisa jadi waktunya
yang bersamaan sehingga terkesan di luar gedung yang mempengaruhi
keputusan di dalam gedung.
”Sebenarnya keinginan untuk mengajukan hak angket
mungkin sudah ada, tapi ewuh pekewuh. Dengan adanya desakan dari
parlemen jalanan di luar gedung, maka dijadikanlah alasan, padahal
arahnya memang ke sana, tapi karena ewuh pekewuh saja, dan semuanya
itu politik, bermain supaya tidak kelihatan,” ungkapnya. (danny/globalnews.com)
Untuk informasi dunia silahkan klik gambar di bawah
ini.