NEWS SITES

E-mail: redglobalcybermedia@yahoo.com

   Redaksi  Globalnews  |  Hotline: (022) 7104720  - 0815 7272 6820  

Galeri  |  Profil  |  Konsultasi   |  Sulap  |  Humor  |  Astrologi  |  Teknologi  Selebriti  Koleksi Dongeng  

Jum'at 23 mei 2008
SUBAKTIAN LUBIS:
KENAIKAN HARGA BBM BOLEH SAJA, TAPI SUBSIDI YANG
ADA DI PEJABAT/PENGUSAHA KEMBALIKAN KE RAKYAT

Bandung (Global News)

Rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat respon atau perhatian yang beragam dari berbagai kalangan, baik pejabat, pengusaha, akedimisi, dan masyarakat.

Seperti dikatakan salah satu Akademisi Dosen Perguruan Tinggi Negeri, Subaktian Lubis, ketika dihubungi Pakuan, (17/05) kemarin, diruang kerjanya, bahwa pemerintah merencanakan menaikan harga BBM itu boleh saja. Tapi subsidi yang selama ini mengendap yang ada di para pejabat atau pengusaha besar, untuk di kembalikan kepada rakyat, agar nantinya dapat dipergunakan kebutuhan masyarakat, seperti; Pendidikan, Kesehatan dan Kebutuhan lainnya.

“Kenaikan harga BBM itu adil bagi para pejabat atau pengusaha, sedangkan menurut rakyat tidak adil. Asumsi ini, seharusnya dapat dicerna dengan arif dan bijaksana, agar nantinya, tidak dapat terjadi polemik yang berlebihan.” Katanya.

Sebetulnya pemerintah sudah dari dulu merencanakan kenaikan harga BBM ini, dikatakan Lubis, tapi berbagai upaya yang dilakukan itu, mendapat respon yang keras dari rakyat. “Jika kesamaan persepsi antara rakyat dengan pemerintah itu terjalin, niscaya kenaikan harga BBM yang berlangsung nanti, tidak akan terjadi polemik yang berlebihan.” Imbuhnya.

Awal mula pemerintah menaikan BBM itu, dijelaskan Lubis, tiada lain hanya untuk melakukan subsidi silang bagi kebutuhan di beberapa sektor, seperti; Pendidikan, Kesehatan, dan Perekonomian Rakyat. Tapi kenyataannya banyak kesimpang siuran, yang akhirnya banyak terjadi kecurangan yang dilakukan oknum Pejabat maupun Pengusaha. Dan pada akhirnya rakyat kena getahnya.

“Maka dari itu, jika sekarang pemerintah merencanakan kenaikan BBM lagi. Haruslah melakukan penekanan terhadap para oknum pejabat maupun pengusaha, untuk menarik subsidinya kembali. Dan nantinya di berikan seluruhnya kepada rakyat.”  Tandasnya.

Pemerintah tidak bijak

Sementara itu, salah seorang perwakilan masyarakat Kota Bandung, Nandang J (45), ketika dihubungi Pakuan, mengatakan bahwa dirinya merasa keberatan jika pemerintah menaikan harga BBM lagi. Karena ? tidak sesuai dengan daya beli kebutuhan pokok, jika BBM naik otomatis bahan kebutuhan pokok masyarakat akan naik juga. “Untuk itu, saya mengharapkan pemerintah harus berfikir dulu, tepat tidak sekarang menaikan harga BBM lagi ?.” Katanya.

Bukan hanya itu saja, dikatakan Nandang, pemerintah merencanakan menaikan harga BBM itu, sudah keterlaluan karena perekonomian yang ada di masyarakat sekarang, hampir mendekati ajal alias sekarat. “Makanya, saya mohon kepada pemerintah sekarang haruslah bijak dan arif  dalam menentukan segala keputusan menaikan BBM itu, bukan kemauan sendiri.” Ucapnya.

Andaikata pemerintah tetap ngotot ingin menaikan BBM lagi, lanjut Nandang, berarti pemerintah sekarang sudah tidak bijak. “Saya yakin, pemerintah sekarang untuk memimpin 5 tahun mendatang masyarakat Kota Bandung khususnya bahkan umumnya masyarakat Indonesia tidak akan percaya lagi kepada mereka.” Tandasnya. (@dam/Sep)