NEWS SITES

E-mail: redglobalcybermedia@yahoo.com

   Redaksi  Globalnews  |  Hotline: (022) 7104720  - 0815 7272 6820  

Galeri  |  Profil  |  Konsultasi   |  Sulap  |  Humor  |  Astrologi  |  Teknologi  Selebriti  Koleksi Dongeng  

Jum'at 27 Juni 2008
DRS WALUYONO.MM KEPALA MUSEUM OLAH RAGA DI TMII JAKARTA, MUSEUM OLAH RAGA PERLU DIAPRESIASIKAN SUPAYA DIKENAL MASYARAKAT

Jakarta (Global News)

Bertempat di Museum Olah Raga TMII Jakarta . beberapa rekan - rekan media mengadakan wawancara langsung dengan Plt  Kepala Museum Olah-Raga  Bapak Drs.Waluyono,MM mengenai langkah-langkah kedepannya mengenai pembenahan - pembenahan Museum Olah-Raga yang ada di TMII Jakarta ini , apa saja yang harus diperbarui atau renovasi, yang gunanya nantI supaya para pengunjung yang akan melihat langsung mengenai peninggalan-peninggalan benda-benda bersejarah maupun dokumentasi-dokumentasi  dari unit  Olah-Raga sepanjang masa, lengkap adanya di Museum ini .

Bapak Drs Waluyono menjelaskan bahwa  Museum Olahraga Siap direnovasi untuk Langkah awal yang akan kami lakukan adalah membuat performa menjadi baik dulu karena performa dari tahun 1089 belum mendapat sentuhan baru kemarin akhir tahun 1998-2007 baru renovasi secara pisik belum menyangkut tata letak pameran dan pengadaan koleksi yang terbaru.

Kita punya koleksi  peninggalan dari Pon  pun ada yang hilang kita demising line (sesuatu yang hilang) kita hanya punya koleksi Pon ke 13, Pon ke 14,15,16 hilang karena tidak terakomodir saat itu ada perpindahan dari yayasan harapan kita ke diknas kemudian Menegpora .Begitulah kondisi yang berbeda oleh karena itulah Menegpora konsern kita khususnya saya sebagai ketua Museum OlahRaga ditugaskan membangun agar citra Museum OlahRaga terkenal, Apresiasi masyarakat saat ini menurut saya jangankan masyarakat dari mahasiswa yang mempunyai studi khusus aja belum banyak tau Museum Olah-Raga, olah ragawan juga sama.

Oleh karena itu langkah pertama membangun performa agar dikenal kembali Museum Olah-Raga dengan cara meminta dukungan dengan Menegpora selain itu seiring pembangunan itu supaya akan buat dukungan masyarakat, dengan mengadakan event, sosialisasi dengan event, fasilitasi keolahragaan kepada masyarakat sehingga masyarakat tau dan masyarakat bisa merasakan manfaat Museum Olah -Raga.

Museum Olah-Raga setiap Minggunya selalu mengadakan kegiatan-kegiatan seperti senam sehat, aerobic, yang pesertannya setiap minggu mencapai 300-400 orang yang berasal dari pengunjung serta masyarakat sekitar.Selain itu kita juga mengadakan kompetisi tenis antar grup pada saat ultah TMII, dari sisi koleksi dan tata letak kita merencanakan ada performa yang harus secara serius untuk perhatikan seperti, tempat fitnes, aerobic yang kita koleksikan kita tau bahwa museum itu bulukan, tua oleh karena itu kita harus menghapus image seperti itu.

Masih ada beberapa Propinsi yang belum mendapatkan apresiasi dari Olah Raga prestasi kita juga belum dapat foto-foto juga kita perlu refres kembali karena semua foto koleksi yang ada di Museum Olah-Raga sudah mulai kena jamur. Dan sudah mulai pudar termakan usia.

Pada Pon XVII dari Museum kita terjunkan satu tim untuk untuk mendokumentasikan dan dikemas dengan baik, namun sampai sekarang anggaran yang saya ajukan belum disetujui oleh sekretaris mentri.

Harapan saya minat  masyarakat agar lebih sering mengunjungi Museum-Museum terutama Museum Olah-Raga seperti yang pernah disampaikan gubernur terdahulu Sutioso yang mewajibkan kepada sekolah-sekolah yang ada di Jakarta untuk mengunjungi Museum-Museum sebab Museum itu adalah replika dari sebuah kepahlawanan.

Yang paling bagus Museum itu harus ada daya tarik dari tampilan dan vaktor pendukung seperti mengadakan lomba tulis tokoh sejarahwan Olah-Raga dengan mengambil sumber dari Museum olah-Raga. Dengan demikian masyarakat akan mengunjungi, dan melihat Museum Olah-Raga dengan demikian mereka akan mempunya ide-ide.

Mengakiri wawancara kami, Bapak Drs Waluyono mengatakan bahwa Saya di Museum Olah-Raga ini  baru 65 hari asal saya dari komnas HAM juga saya pernah di dinas kebudayaan dan pariwisata,(danny t/globalnews.com).